Jumat, 17 Oktober 2008

Sesalku

begitu sumir melihat bangsa ditelan manipulasi penguasa. semuanya serba kosmetik kepalsuan usai tak kalah sampah diparfum oleh rekayasa. seakan realitas menyakitkan ini begitu indah hingga kemudian dapat dijadikan jualan penguasa mengumbar sensasi menjelang pemilu.

bagi mereka rakyat tak lebih dari cecunguk bodoh yang mudah saja diperalat bak budak di era nabi.sekumpulan babu yang dipaksa melayani dan menjilat kaki - kaki mereka bertunduk bagai raja-raja mataram kuno. dan rakyat tidakberharga bagi mereka sekedar sapi perahan yang kempes lalu di hempas

jika benar penguasa pro rakyat kenapa kenyataan riil masyarakat berbeda jauh dari gembar - gembor keberhasilannya.kontras! manipulasi demi manipulasi digelontorkan untuk menjejakkan kaki penguasa lebih dalam menjajah.penjajahan itu jauh lebih keji dibanding bangsa lain menjajah.

masyarakat muak dengan retorika kosong realitas yang sengaja dibentuk mengelabui masyarakat terbongkar oleh tindakan tak berprikemanusiaan.sekaligus mempertanyakan refleksi humanis mereka. tak ada kata-kata yang dapat mewakili sakit hatinya rakyat.

2009 hanyalah formalitas sebab tak ada impian yang tersibak semuanya tak lebih dari banyolan yang gagal melucu. layaknya kambing mencoba menjadi anjing. guyonan itu sama sekali tak bermutu.untuk itu penguasa lalim pantas di enyahkan ketimbang jadi benalu pertiwi. ayo bangkit!