Sabtu, 18 Oktober 2008

Berpikir lebih arif

menghadapi krisis dibutuhkan pikiran dingin dan berimbang. optimisme "semua pasti berakhir" perlu dikembangkan, sebab di dunia ini tak ada yang tidak mungkin jika kita mampu berpikir jernih. krisis adalah sebuah kondisi dimana instabilitas merusak yang stabil.keterpesonaan nikmat melupakan antisipasi diri menghadapi yang baru.

krisis finansial global telah mengacak-acak sistem moneter dunia dimana para eksekutif lembaga finansial rakus meraup keuntungan. memanfaatkan pasar yang bebas regulasi.likuiditas menjadi kering efeknya ekspansi ekonomi global terhambat yang sekaligus menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia. pertumbuhan ekonomi yang melambat meningkatkan jumlah pengangguran, kemudian daya beli masyarakat anjlok, dan perekonomian dunia makin suram.

krisis adalh sebuah titik balik mengoreksi kesalahan menjadi kebaikan. sebab krisis adalah gejala pelanggaran yang menumpuk pekat.semua tentu berharap agar krisis ini tak bertahan lama sehingga sektor riil tidak kena imbas krisis moral hazard ini.kedepan kearifan dalam mengambil tindakan lebih di utamakan sebab pelanggaran adalah awal dari sebuah kejatuhan