gonjang-ganjing ruu pornografi masih terus berlangsung. perdebatan definisi menjadi fokus utama perdebatan, definisi yang masih bersifat subjektif menjadi kendala uatama untuk mengakomodir aneka kepentingan si sebuah bangsa yang multikultural.
heterogenitas menolak kesatuan dengan meminggirkan yang minor, sebuah konsekwensi pluralisme. tapi benarakah kita dewasa dalam mengilhami perbedaan? ruu pornografi memberikan tantangan bagi kita mengukur sejauh mana kedewasaan kita menerima perbedaan.
urusan sexualitas yang berangkat dari hasrat sex tak dapat di standardisasi.sedang uu ini bersifat positif mengikat. so, kita tidak menolak ruu pornografi hanya designnya harus mampu menakomodir segala kepentingan. pinggirkan egoisme!!